Selamat Datang Dan Selamat Bergabung Di Forum Diskusi, Yuk Ramaikan Forum Ini Dengan Thread Yang Bermanfaat Dengan Lainnya Dan Dapatkan Saldo Secara Gratis Yang Bisa Anda Tukarkan Dengan Pulsa. Silahkan Cek Aturannya Pengisiannya Dan Nilai Saldo Dari Forum Ini.

  1. This site uses cookies. By continuing to use this site, you are agreeing to our use of cookies. Learn More.

Di Perancis, Ibu Hamil Berhenti Merokok, 'Dibayar'!

Diskusi Di 'General News' Oleh aswranau, 12/5/16.

Join
  1. aswranau

    aswranau Administrator Staff Member

    Pada 2015, Menteri Kesehatan Perancis mengatakan, Perancis merupakan negara di Eropa dengan jumlah terbanyak untuk urusan wanita hamil yang merupakan perokok.

    Sementara itu, hasil sebuah studi terbaru yang dipublikasikan dalam American Journal of Human Genetics menunjukkan, merokok saat hamil dapat menyebabkan perubahan DNA pada janin.

    Terkait dengan komplikasi kesehatan pada anak-anak, seperti berat badan yang rendah saat lahir, peningkatan risiko asma, dan peningkatan risiko bibir sumbing atau selera.


    Untuk mengurangi jumlah ibu hamil dengan kebiasaan menghisap nikotin, rumah sakit di Perancis berencana memberikan sejumlah uang kepada mereka yang rela "menendang" kebiasaan merokok saat hamil.

    Menurut The Independent, rumah sakit menjanjikan uang senilai 340 dollar AS atau Rp 4,5 juta untuk membuat ibu hamil bersedia berhenti merokok selamanya.

    Kini, para peneliti beserta lembaga Paris’s Public Hospital System and The National Cancer Institute sedang menguji apakah tawaran uang tersebut akan membantu meyakinkan wanita hamil untuk menjauh dari tembakau selama kehamilan mereka.

    Perempuan yang diperbolehkan untuk ikut program tersebut harus berusia setidaknya 18 tahun, dengan usia kehamilan kurang dari 4 bulan, dan merokok sedikitnya lima batang rokok atau tiga sigaret kretek setiap hari.

    Setelah mendaftar, para peserta penelitian dilarang merokok, baik rokok elektronik atau produk tembakau lainnya.

    Lalu, peserta akan mengikuti pengujian berkala
    Pada 2015, Menteri Kesehatan Perancis mengatakan, Perancis merupakan negara di Eropa dengan jumlah terbanyak untuk urusan wanita hamil yang merupakan perokok.

    Sementara itu, hasil sebuah studi terbaru yang dipublikasikan dalam American Journal of Human Genetics menunjukkan, merokok saat hamil dapat menyebabkan perubahan DNA pada janin.

    Terkait dengan komplikasi kesehatan pada anak-anak, seperti berat badan yang rendah saat lahir, peningkatan risiko asma, dan peningkatan risiko bibir sumbing atau selera.


    Untuk mengurangi jumlah ibu hamil dengan kebiasaan menghisap nikotin, rumah sakit di Perancis berencana memberikan sejumlah uang kepada mereka yang rela "menendang" kebiasaan merokok saat hamil.

    Menurut The Independent, rumah sakit menjanjikan uang senilai 340 dollar AS atau Rp 4,5 juta untuk membuat ibu hamil bersedia berhenti merokok selamanya.

    Kini, para peneliti beserta lembaga Paris’s Public Hospital System and The National Cancer Institute sedang menguji apakah tawaran uang tersebut akan membantu meyakinkan wanita hamil untuk menjauh dari tembakau selama kehamilan mereka.

    Perempuan yang diperbolehkan untuk ikut program tersebut harus berusia setidaknya 18 tahun, dengan usia kehamilan kurang dari 4 bulan, dan merokok sedikitnya lima batang rokok atau tiga sigaret kretek setiap hari.

    Setelah mendaftar, para peserta penelitian dilarang merokok, baik rokok elektronik atau produk tembakau lainnya.

    Lalu, peserta akan mengikuti pengujian berkala.

    TRIBUNNEWS.COM
     

Bantu Share Ya Sobat !

Join