Selamat Datang Dan Selamat Bergabung Di Forum Diskusi, Yuk Ramaikan Forum Ini Dengan Thread Yang Bermanfaat Dengan Lainnya Dan Dapatkan Saldo Secara Gratis Yang Bisa Anda Tukarkan Dengan Pulsa. Silahkan Cek Aturannya Pengisiannya Dan Nilai Saldo Dari Forum Ini.

  1. This site uses cookies. By continuing to use this site, you are agreeing to our use of cookies. Learn More.

5 Fakta Egy Maulana Vikri Sebelum Ke Lechia Gdansk

Diskusi Di 'Bola' Oleh wibowo, 29/7/19.

Join
  1. wibowo

    wibowo Member Aktid Staff Member

    Egy Maulana Vikri sedang naik daun berkat performa apiknya di Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-19. Terakhir, penampilan ciamik Egy selama berlaga di Piala AFF U-18 kemarin telah memberikan dampak besar dalam kariernya. Sejumlah media asing bahkan sempat memujinya sebagai bakat muda yang siap berpendar.

    Ya, kita paham performa Timnas U-19 yang mencolok itu —kendatipun akhirnya urung jadi juara—tak mungkin hanya dihasilkan oleh usaha Egy seorang. Semua penggawa Timnas tentu memiliki peran yang sama penting dalam memberikan hasil terbaik untuk mengangkat sepak bola Indonesia di kancah internasional.

    Akan tetapi keistimewaan yang dimiliki Egy tak bisa dinafikan begitu saja, bukan? Keistimewaannya adalah kabar baik untuk sepak bola Indonesia. Bakal menyenangkan juga, misalnya, kita melihat suatu hari nanti Egy meraih sukses di level yang lebih tinggi.

    Nah, terkait sosok Egy Maulana sendiri, berikut kami rangkum lima fakta menarik soal pemain kelahiran 7 Juli 2000 ini untuk Anda.


    Disebut Mirip Lionel Messi


    Timnas U-19 memang harus mengakui keunggulan tim Espanyol B kala melakukan uji tanding pada 14 Juli 2017. Bermain di Stadion Gelora Bung Karno, Espanyol B berhasil menyudahi perlawanan anak-anak asuhan Indra Sjafri dengan skor 4-2.

    Namun, di pertandingan itu, Egy mampu memberikan kejutan bagi Espanyol lewat penampilan ciamiknya. Egy mampu membukukan dua gol; satu gol lewat aksi individunya melewati beberapa pemain Espanyol B dan satu gol dari eksekusi tendangan penalti. Performa itu tak ayal mendapat pujian dari pelatih Espanyol B, David Gallego, yang menilai gaya permainan Egy menyerupai Lionel Messi.

    “Egy pemain yang sangat bagus, gol pertamanya tadi juga bagus sekali. Dia seperti Messi yang suka bawa bola melewati beberapa pemain kami, dan sering bergerak vertikal masuk ke dalam kotak,” ujar Gallego saat itu.

    Bukan tanpa alasan Egy memang identik dengan gaya permainan Messi. Pasalnya kepada kami di kumparan, ia sempat menyebut memang mengidolakan pemain asal Argentina itu.


    Sempat Dilarang Main Bola

    Ayah Egy sempat kesal. Pasalnya, berulang kali Egy dijanjikan oleh orang-orang yang mengaku pemandu bakat untuk dibawa ke Jakarta. Namun, ujung-ujungnya mereka selalu meminta uang.

    Bahkan, Egy sempat ditawari masuk Timnas Indonesia, tetapi juga dengan permintaan sejumlah uang. Tentu saja sang ayah kesal dan sempat meminta Egy untuk berhenti main bola saja.

    “Uang ratusan ribu sudah habis buat ikut tes. Ujung-ujungnya semua duit. Dibilang mau masuk klub ini, mau dimasukkan ke Timnas. Saya ini orang susah. Udah…Egy nggak usah main bola lagi. Mendingan (lebih baik) bantuin dagang saja,” ujar Subagja Suihan, orang yang menemukan bakat Egy, menirukan ucapan ayah Egy.


    Ikuti jejak Ronaldo dan Zidane

    Indonesia memang tak bisa meraih satu kemenangan pun ketika mengikuti Turnamen Toulon di Prancis. Skuat U-19 yang dibawa oleh Indra Sjafri harus menyerah di babak fase grup usai gagal bersaing dengan Republik Ceska, Skotlandia, dan Brasil.

    Meski kalah di penyisihan grup, Egy berhasil meraih penghargaan Jouer Revelation Trophee, sebuah penghargaan yang diberikan kepada pemain yang dianggap paling berpengaruh di dalam tim.

    Berdasarkan keterangan PSSI, penghargaan yang Egy raih ini merupakan penghargaan yang juga pernah diraih oleh Cristiano Ronaldo dan Zinedine Zidane.


    Al-Quran yang Selalu Mendampingi

    Sebagai seorang pemain bola, ada dua kewajiban yang perlu dijalani: berlatih dan bermain. Selain itu ada perkara non-teknis seperti menjaga pola makan dan istirahat. Hal itu pula yang dilakoni oleh Egy, yang selalu menempatkan latihan dan pertandingan sebagai prioritasnya.

    Akan tetapi, ada satu hal yang juga tak kalah penting bagi pemuda berusia 17 tahun ini, yaitu terkait pemenuhan kebutuhan spritualnya.

    Egy bercerita beberapa waktu lalu bahwa ia selalu membawa Al-Quran ketika berpergian ke luar kota atau saat bertanding di luar negeri, termasuk kala ke Myanmar ketika berlaga di Piala AFF U-18 beberapa waktu lalu.


    Sempat Menangis Gara-gara Cetak Gol dengan Kaki Kanan

    Dari delapan gol yang ia bukukan di Piala AFF U-18, tercatat ada enam gol yang ia sarangkan melalui kaki kiri. Sedangkan dua gol sisanya berasal dari tandukan kepalanya.

    Ya, Egy memang pemain yang identik dengan kaki kiri. Bahkan seperti yang kami sebutkan di atas tadi, nilai plus Egy adalah kemampuan mendribel bola dengan kaki kirinya kemudian melakukan penetrasi ke kotak penalti lawan.

    Akan tetapi, Egy tak ingin hanya mengandalkan kaki kirinya saja. Untuk menjadi pemain sepak bola profesional, ia harus memiliki kemampuan olah bola yang sama baik dengan kaki kiri atau kaki kanan.

    Akhirnya usaha keras Egy itu terjawab ketika Timnas U-19 menghadapi Espanyol B. Egy yang berhasil melewati satu pemain lawan lantas menggiring bola dari tengah lapangan menuju kotak penalti. Dengan mengecoh satu bek, Egy mengakhirinya dengan sepakan kaki kanan tanpa bisa diadang kiper lawan.

    Gol itu tak hanya spesial karena prosesnya yang terbilang berkelas. Lebih dari itu, menurut Subagja Suihan, penemu bakat Egy, gol itu membuat sang pemain sampai menetesakan air mata.

    “Setelah pertandingan itu, Egy telepon saya, dia nangis di situ. Dia bilang sudah buktikan bisa cetak gol pakai kaki kanan," kata Subagja.
     

Bantu Share Ya Sobat !

Join